mamfaat daur ulang limbah kertas

kita seringkali melihat kertas-kertas yang dibuang secara sia-sia oleh manusia-manusia yang tidak memiliki kesadaran yang tinggi atas fungsi dari kertas-kertas tersebut yang jika diolah dengan sekreatif mungkin akan dapat menimbulkan sesuatu baru yang dapat menguntungkan bagi kita semua. Jika kertas-kertas ini kita biarkan menumpuk sangat banyak, dampak yang ditimbulkan pun banyak negatifnya, seperti pembakaran kertas yang dapat menimbulkan efek rumah kaca, menipisnya lapisan ozon, menimbulkan bau yang tidak sedap, dll. Apalagi kita sudah seringkali mendengar issue-issue global warming yang diakibatkan oleh bertambah banyaknya polusi udara di seluruh dunia. Apakah kita mau dunia ini akan musnah gara-gara sehelai kertas yang dibuang sia-sia? Limbah kertas ini akan memiliki nilai ekonomis yang tinggi jika dipegang oleh tangan-tangan yang kreatif. Seperti halnya limbah kertas dapat diolsh menjadi kerajinan tangan , misalnya kotak perhiasan, kipas, tempat tissue, mainan anak-anak,dll. Di dalam membuat kertas daur ulang, bahan-bahan yang bisa di gunakan ada dua jenis yaitu dari limbah kertas dan tanaman hasil pertanian atau tanaman-tanaman non produktif. Ini merupakan salah satu contoh bahan dari limbah koran yang dapat di olah atau didaur ulang menjadi kertas dengan hasil yang berbeda. Di dalam proses pembuatan kertas daur ulang dari limbah koran maupun limbah kertas lainnya, pertama-tama yang harus dilakukan adalah kertas limbah tadi di potong kecil-kecil kemudian direndam di dalam air kurang lebih satu hari, baru kemudian setelah lunak kemudian di blender sampai menjadi bubur kertas. Setelah semua menjadi bubur, proses selanjutnya adalah di cetak dengan menggunakan alat cetak dari kawat kasa yang telah terpasang pada sebuah spanram dengan ukuran kurang lebih 21,5 cm x 33 cm. Batang pisang juga dapat di olah menjadi kertas, yaitu setelah mengalami proses pengeringan dan pengolahan lebih lanjut. proses pembuatan kertas dari bahan batang pisang pertama-tama yang harus dilakukan adalah, batang pisang tadi dipotong kecil-kecil dengan ukuran berkisar 25 cm, lalu di jemur di bawah terik matahari hingga kering. Setelah batang pisang tadi kering proses berikutnya adalah dengan cara direbus sampai menjadi lunak, namun pada saat proses perebusan sebaiknya di tambah dengan formalin atau kostik soda maksudnya adalah di samping untuk mempercepat proses pelunaan juga untuk menghilangkan getah-getah yang masih menempel pada batang pisang tadi, pada proses berikutnya batang pisang yang sudah lunak tadi disaring dan dibersihkan dari zat-zat kimia tadi baru kemudian di buat bubur ( pulp) dengan cara di blender. Baru kemudian dicetak menjadi lembaran-lembaran kertas. Alang-alang merupakan jenis rumput-rumputan dan sebagai tanaman non produktif,sebagian orang tanaman ini di anggap salah satu tanaman pengganggu. Tapi bagi orang yang memiliki kreativitas tinggi alang-alang justru merupakan tanaman yang dapat mengasilkan pendapatan, yaitu sebagai bahan dasar dalam pembuatan kertas,tentu saja setelah mengalami proses lebih lanjut. Kotak Perhiasan ini terbuat dari kertas daur ulang, dan limbah pertanian. Sejatinya produk ini dibuat dari tanaman hasil pertanian seperti misalnya dari batang pisang, dan rumput alang-alang yang telah diproses menjadi kertas dan dikombinasi dengan kertas daur ulang. Untuk hiasannya dapat menggunakan bahan rempah-rempah seperti lada, ketumbar, cengkih dll. Limbah-limbah kertas maupun tanaman yang tidak produktif ternyata dapat kita manfaatkan atau kita olah menjadi barang yang memiliki nilai ekonomis seperti contoh Tempat Tissu. Tempat Tissu ini terbuat dari kertas limbah / daur ulang,juga dari tanaman alang-alang yang telah diproses menjadi kertas,untuk memperindah tampilan dari tempat tissu ini saya kombinasikan dengan bahan rempah-rempah seperti kayu manis, lada, ketumbar dll, semua bahan yang di gunakan dalam pembuatan tempat tissu ini adalah murni dari bahan alam, kecuali lem sebagai alat perekatnya. Rempah-rempah tadi dapat di susun sedemikian rupa sehingga terbentuk sebuah hiasan yang menarik dan unik, dan terbentuk satu kesatuan yang artistik. Jika kita tidak ingin mengalami dampak buruk dari kertas-kertas ini, maka tindakan paling minim yang dapat kita lakukan sebagai siswa-siswi sekolah yang sadar betul akan lingkungan adalah mengolah limbah kertas tersebut sekreatif mungkin agar limbah-limbah tersebut tidak mengakibatkan polusi dilingkungan kita. Sebagai predikat kota pendidikan , Yogyakarta juga tidak lepas dari sebutan kota pariwisata . Untuk mendukung kota ini sebagai kota pariwisata , perlu juga adanya berbagai sumber potensi yang dapat mengangkat citra kota yogyakarta sebagai kota pariwisata . Salah satunya adalah kerajinan . Dengan berbagai macam kerajinan yang ada di kota ini , maka pantaslah , bahwa kota yogyakarta juga mendapat julukan , senagai kota kerajinan .Di kota yogyakarta sendiri, berbagai kerajinan tumbuh dengan pesat . Berbagai barang kerajinan telah mereka hasilkan . Hasil yang mereka buat , ada yang dijual ke daerah lain , maupun sampai ke luar negeri . Didukung dengan banyaknya sumber bahan dan ketrampilan yang dimiliki , maka kerajinan yang ada di kota jogjakarta tumbuh dan sangat berkembang. Sering kita jumpai di berbagai lokasi yang ada di kota jogjakarta , sebagian masyarakatnya melakukan usaha di bidang kerajinan. Didukung modal dan ketrampilan yang mereka miliki , serta manajenen yang baik , perorangan maupun kelompok usaha , maka barang kerajinan yang dihasilkan sangat baik dan beragam . Para pengrajin , baik pengrajin dalam skala besar maupun pengrajin dalam skala kecil , berusaha menawarkan produknya ke konsumen , sehingga muncul persaingan antar mereka . Sementara itu , dalam memenuhi sumber bahan baku , banyak diantara mereka yang memanfaatkan sumber daya alam sepenuhnya , seperti kayu , tumbuhan , serta bahan baku yang ada disekitar kita . Selain itu , dalam menghasilkan barang kerajinan , khususnya mereka yang hanya memanfaatkan limbah , sebagai bahan bakunya , sangat dibutuhkan ketrampilan yang tinggi serta ide-ide dalam berkarya untuk menciptakan barang kerajinan . Dalam penanganannya , selain limbah tersebut di daur ulang , ada juga yang hanya dimanfaatkan sebagai asesoris pelengkap dalam menciptakan barang . Melalui proses yang sederhana , serta ditunjang dengan penanganan yang baik dan ketelitian, maka limbah yang sebelumnya tidak terpakai , dibentuk sedemikian rupa , sehingga diperoleh barang yang lebih berguna dari pada sebelumnya . Di kota jogjakarta , ada sebagian masyarakatnya , dalam melakukan usaha di bidang kerajinan , memanfaatkan limbah sebagai bahan bakunya . Disini , mereka memanfaatkan limbah kertas bekas , untuk kemudian diolah , dan akhirnya dijadikan barang kerajinan . Salah satu masyarakat yang menggunakan limbah kertas untuk dijadikan barang kerajinan , adalah masyarakat di dusun Pucung , Karang Asem , Wukir Sari , Imogiri , Bantul . Melalui sedikit penanganan , seperti pemahatan pada kertas , pemberian gambar , perangkaian , jadilah kipas yang sangat baik . Di desa pucung sendiri , kondisi alamnya tidak begitu menguntungkan . Bertempat di daerah perbukitan kapur , dengan kehidupan mereka yang sangat sederhana , Dengan kondisi seperti ini , maka mereka sangat sulit , untuk menggantungkan hidupnya terhadap lingkungannya . Oleh karena itu , banyak diantara mereka yang keluar dari daerah tersebut , untuk mengadu nasib . Sementara itu , sebagian dari mereka , masih ada yang tinggal di daerah tersebut . Mereka berusaha bangkit dari tekanan-tekanan yang dihadapinya , hanya untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari . Dari alasan inilah , maka , mereka mencoba memilih usaha baru yang diyakini dapat menguntungkan . Salah satu pilihan mereka adalah bergerak di bidang kerajinan . Dengan modal yang tidak begitu mahal , mereka hanya memanfaatkan limbah kertas sebagai bahan bakunya , untuk dijadikan kerajinan . Maka , masyarakat yang tinggal di desa pucung imogiri , lambat laun dapat mengatasi kebutuhan sehari-harinya melalui kerajinan tersebut . Sehingga , sampai sekarang , masyarakat yang tinggal di desa tersebut , hasil kerajinannya sangat terkenal . salah satunya adalah sentra kerajinan kipas dari kertas bekas . Menurut salah satu pengrajin yang ada , yaitu Ibu Surip , mengatakan bahwa , kerajinan di desanya sudah berlangsung lama . Menurutnya , kipas hasil buatannya ia jual ke pasar-pasar terdekat . Seperti pasar imogiri , pasar prambanan , dan sebagainya . Lambat laun kipas yang mereka pasarkan mulai laku . Sehingga jumlah produksi harus ditingkatkan atau diperbanyak . Sampai sekarang kipas yang mereka buat sudah beredar ke daerah lain , seperti kota jogjakarta, muntilan , dan daerah- lainnya . Dari sinilah kerajinan kipas yang ada di desa Pucung , Imogiri , mulai dikenal oleh masyarakat luas . Baik tua maupun muda , serta anak-anak , menggeluti dalam dunia usaha , pembuatan kipas dari kertas bekas . Mereka memanfaatkan hari-harinya , maupun waktu luangnya untuk membuat kipas , demi mencari nafkah , untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari . Dapat kita lihat , banyak anak-anak yang turut bekerja . Setelah mereka pulang sekolah , mereka memanfaatkan waktu yang berharga ini untuk mencari tambahan uang saku dan membantu orang tuanya . Selain itu , mereka ingin belajar bagaimana caranya membuat kipas tersebut. Di desa pucung , sering kita jumpai orang-orang dari luar daerah , yang sengaja datang ke desanya , untuk membeli kipas . Diantara mereka , adalah tengkulak . Mereka sengaja datang , untuk membeli kipas dalam jumlah banyak . Mereka memanfaatkan peluang , untuk digunakan , sebagai tempat kulakan . Dan ? . Terjadilah transaksi jual beli diantara mereka . Menurutnya , proses dalam pembuatan kipas , melalui beberapa tahapan . Pada garis besarnya , tahapan pertama , adalah pemilihan atau penyortiran kertas . Tahap kedua adalah proses pemahatan . tahap ketiga adalah proses pelukisan atau penggambaran . Dan tahap akhir , adalah proses perakitan . Di dalam proses penyortiran atau pemilahan kertas ini , dimaksudkan untuk pengelompokkan lembaran kertas , mana yang dapat dipakai , dan , mana yang tidak dapat dipakai . Setelah lembaran ketas melalui tahap pernyortiran , kemudian lembaran kertas tersebut dikelompokkan berdasarkan warnanya . Hal ini dimaksudkan untuk mempermudah dalam proses penanganan selanjutnya . Kertas-kertas yang sudah dikelompokkan , kemudian disusun , menjadi beberapa lapisan . Tujuannya , agar dalam proses pemahatan nantinya , dapat dikerjakan dengan cepat . dan bentuk yang dihasilkan akan sama . Pada tahap berikutnya , lembaran kertas yang sudah disusun , kemudian di lapisan atau bagian atas sendiri digambar , sesuai dengan mal yang sudah dipersiapkan . Setelah itu , lembaran kertas yang sudah digambar , siap untuk dilakukan pemangkasan . Dalam proses pemangkasan ini , dibutuhkan suatu alat , untuk memangkasnya . Alat ini berupa tatah yang dimodivikasi , sehingga dapat digunakan untuk memahat dalam jumlah banyak . Proses ini dibutuhkan ketelitian dan ketrampilan si pemahat . Jika dirasa sudah selesai , maka , lembaran kertas tersebut sudah siap untuk di proses selanjutnya , yaitu digambar . dalam proses penggambaran , juga diperlukan keahlian yang khusus . Hal ini dikarenakan , selain lebih indah , hasil yang didapatkan akan banyak . Kecepatan dalam proses penggambaran ini , tergantung pada si pembuat sendiri . Tahap akhir dalam proses pembuatan kipas ini , adalah merangkai . Kertas-kertas yang sudah digambar , kemudian disusun satu demi satu , untuk ditempelkan di kerangka kipas . Proses penempelan inipun sangat sederhana . Sedangkan lem yang digunakan , hanyalah lem kertas biasa . Untuk mempermudah dam mempercepat mereka dalam proses pembuatan kipasnya , banyak diantara pengrajin kipas , tinggal membeli kerangka kipas saja . Sementara , mereka hanya tinggal melakukan penempelan . Sementaraitu , kerangka kipas yang mereka pakai , sudah ada orang yang membuatkannya . Oleh karena itu , banyak juga diantara mereka yang memanfaatkan kesempatan ini , untuk membuat kerangka kipas . Dengan terjalinnya kerjasama diantara kedua belah pihak , dan sudah mereka lakukan sejak lama , maka , mereka saling diuntungkan . Sementara itu , menurut salah pembeli kipas , yang berasal dari kota muntilan , Heri mengatakan , hampir setiap minggunya , dia kulakan kipas disini . Barang dagangan yang dia beli , rencananya akan jual lagi ketempat lain . Lokasi yang dia pilih , antara lain disekitar alun-alun utara kraton jogjakarta , tempat bus-bus wisata parkir , dan tempat-tempat lainnya . Selain itu juga , pada hari-hari tertentu , mereka berjualan di daerah-daerah wisata seperti candi borobudur , candi prambanan , dan daerah sekitarnya . Menurutnya, cara yang paling menguntungkan dalam menawarkan dagangannya, adalah naik-turun memasuki bus-bus wisata yang berada ditempat-tempat parkir . Dengan tutur kata dan penampilan , mereka berusaha memikat dan meyakinkan konsumen untuk membeli dagangannya . Menurutnya , pada hari-hari tertentu , seperti musim liburan sekolah , hari raya , banyak sekali para wisatawan yang datang di kota jogjakarta . Dan . Disinilah kesempatan mereka untuk memperoleh rejeki banyak . Melalui pengalaman dan ketekunan mereka dalam memproduksi barang kerajinan , serta berusaha menjaga mutunya , sampai sekarang , masyarakat pengrajin , yang tinggal di desa pucung , imogiri , bantul , sampai sekarang kehidupan mereka menjadi tenteram . Hanya dengan memanfaatkan limbah-limbah yang ada disekitar kita sebagai bahan baku untuk kerajinan , serta , melalui tangan-tangan terampil mereka , dan , diimbangi dengan ketekunan kita dalam menciptakan suatu karya , maka hasil yang kita peroleh , akan terwujud .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: