The Role of Key Risk Indicators in Risk Management

Ketidakpastian dalam menjalankan aktivitas baik yang berasal dari internal maupun eksternal entitas dapat mempengaruhi pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. Ketidakpastian berperan sebagai sumber dari munculnya hal-hal atau risiko yang dapat mengancam atau mengganggu aktivitas operasional entitas maupun yang dapat menyebabkan ketidakmampuan entitas dalam merealisasikan peluang-peluang yang ada guna membantu entitas dalam mencapai tujuannya. Tuntutan untuk mengelola hal-hal atau risiko tersebut telah menjadi prioritas tertentu bagi entitas sebagai salah satu bentuk upaya dalam menjaga dan memastikan keberlangsungan entitas itu sendiri.

Manajemen risiko merupakan sebuah sistem manajemen yang dapat diterapkan guna mengelola risiko-risiko yang dihadapi oleh entitas. Dalam penerapannya, berbagai alat-alat bantu dapat digunakan oleh entitas untuk mewujudkan penerapan manajemen risiko yang efektif. Salah satunya adalah indikator risiko kunci (key Risk Indicator) yang merupakan salah satu alat bantu dalam aktivitas pemantauan risiko.

Indikator risiko kunci adalah suatu peristiwa atau hal tertentu yang memberikan indikasi terjadinya suatu peristiwa risiko. Penggunaan indikator risiko kunci dalam aktivitas pemantauan risiko dapat memberikan peringatan atau informasi lebih dini kepada manajemen entitas bahwa kemungkinan terjadinya suatu peristiwa risiko semakin meningkat. Hal tersebut dapat terwujud karena pemantauan dilakukan untukfokus terhadapperistiwa-peristiwa yang menjadi indikasi terjadinya suatu peristiwa risiko, bukan terhadap peristiwa risiko itu sendiri. Berdasarkan peringatan atau informasi tersebut entitas dapat melakukan berbagai tindakan mitigasi lebih awal guna mengurangi kemungkinan terjadinya peristiwa risiko maupun dampak yang mungkin ditimbulkan oleh risiko tersebut(jika terjadi). Sehingga dalam praktiknya indikator risiko kunci akan berperan sebagai suatu sistem peringatan dini (early warning system) bagi entitas.

Dalam praktiknya, agar dapat menjadi indikator yang terukur dan mudah dipantau serta dapat berperan sebagai sistem peringatan dini, indikator risiko kunci ditetapkan beserta parameter-parameternya, yang terdiri dari:

  1. Ambang batas bawah (Medium Threshold),
    Merupakan ambang batas awal yang memberikan indikasi suatu peristiwarisiko dapat terjadi dengan kemungkinan yang kecil.
  2. Ambang batas atas (High Threshold),Merupakan ambang maksimum yang memberikanindikasi
    suatu peristiwarisiko dapat terjadi dengan kemungkinan besar.
  3. Satuan ukur (Value Unit)
    Satuan ambang batas (threshold).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: