mamfaat daur ulang limbah kertas

April 10, 2011

kita seringkali melihat kertas-kertas yang dibuang secara sia-sia oleh manusia-manusia yang tidak memiliki kesadaran yang tinggi atas fungsi dari kertas-kertas tersebut yang jika diolah dengan sekreatif mungkin akan dapat menimbulkan sesuatu baru yang dapat menguntungkan bagi kita semua. Jika kertas-kertas ini kita biarkan menumpuk sangat banyak, dampak yang ditimbulkan pun banyak negatifnya, seperti pembakaran kertas yang dapat menimbulkan efek rumah kaca, menipisnya lapisan ozon, menimbulkan bau yang tidak sedap, dll. Apalagi kita sudah seringkali mendengar issue-issue global warming yang diakibatkan oleh bertambah banyaknya polusi udara di seluruh dunia. Apakah kita mau dunia ini akan musnah gara-gara sehelai kertas yang dibuang sia-sia? Limbah kertas ini akan memiliki nilai ekonomis yang tinggi jika dipegang oleh tangan-tangan yang kreatif. Seperti halnya limbah kertas dapat diolsh menjadi kerajinan tangan , misalnya kotak perhiasan, kipas, tempat tissue, mainan anak-anak,dll. Di dalam membuat kertas daur ulang, bahan-bahan yang bisa di gunakan ada dua jenis yaitu dari limbah kertas dan tanaman hasil pertanian atau tanaman-tanaman non produktif. Ini merupakan salah satu contoh bahan dari limbah koran yang dapat di olah atau didaur ulang menjadi kertas dengan hasil yang berbeda. Di dalam proses pembuatan kertas daur ulang dari limbah koran maupun limbah kertas lainnya, pertama-tama yang harus dilakukan adalah kertas limbah tadi di potong kecil-kecil kemudian direndam di dalam air kurang lebih satu hari, baru kemudian setelah lunak kemudian di blender sampai menjadi bubur kertas. Setelah semua menjadi bubur, proses selanjutnya adalah di cetak dengan menggunakan alat cetak dari kawat kasa yang telah terpasang pada sebuah spanram dengan ukuran kurang lebih 21,5 cm x 33 cm. Batang pisang juga dapat di olah menjadi kertas, yaitu setelah mengalami proses pengeringan dan pengolahan lebih lanjut. proses pembuatan kertas dari bahan batang pisang pertama-tama yang harus dilakukan adalah, batang pisang tadi dipotong kecil-kecil dengan ukuran berkisar 25 cm, lalu di jemur di bawah terik matahari hingga kering. Setelah batang pisang tadi kering proses berikutnya adalah dengan cara direbus sampai menjadi lunak, namun pada saat proses perebusan sebaiknya di tambah dengan formalin atau kostik soda maksudnya adalah di samping untuk mempercepat proses pelunaan juga untuk menghilangkan getah-getah yang masih menempel pada batang pisang tadi, pada proses berikutnya batang pisang yang sudah lunak tadi disaring dan dibersihkan dari zat-zat kimia tadi baru kemudian di buat bubur ( pulp) dengan cara di blender. Baru kemudian dicetak menjadi lembaran-lembaran kertas. Alang-alang merupakan jenis rumput-rumputan dan sebagai tanaman non produktif,sebagian orang tanaman ini di anggap salah satu tanaman pengganggu. Tapi bagi orang yang memiliki kreativitas tinggi alang-alang justru merupakan tanaman yang dapat mengasilkan pendapatan, yaitu sebagai bahan dasar dalam pembuatan kertas,tentu saja setelah mengalami proses lebih lanjut. Kotak Perhiasan ini terbuat dari kertas daur ulang, dan limbah pertanian. Sejatinya produk ini dibuat dari tanaman hasil pertanian seperti misalnya dari batang pisang, dan rumput alang-alang yang telah diproses menjadi kertas dan dikombinasi dengan kertas daur ulang. Untuk hiasannya dapat menggunakan bahan rempah-rempah seperti lada, ketumbar, cengkih dll. Limbah-limbah kertas maupun tanaman yang tidak produktif ternyata dapat kita manfaatkan atau kita olah menjadi barang yang memiliki nilai ekonomis seperti contoh Tempat Tissu. Tempat Tissu ini terbuat dari kertas limbah / daur ulang,juga dari tanaman alang-alang yang telah diproses menjadi kertas,untuk memperindah tampilan dari tempat tissu ini saya kombinasikan dengan bahan rempah-rempah seperti kayu manis, lada, ketumbar dll, semua bahan yang di gunakan dalam pembuatan tempat tissu ini adalah murni dari bahan alam, kecuali lem sebagai alat perekatnya. Rempah-rempah tadi dapat di susun sedemikian rupa sehingga terbentuk sebuah hiasan yang menarik dan unik, dan terbentuk satu kesatuan yang artistik. Jika kita tidak ingin mengalami dampak buruk dari kertas-kertas ini, maka tindakan paling minim yang dapat kita lakukan sebagai siswa-siswi sekolah yang sadar betul akan lingkungan adalah mengolah limbah kertas tersebut sekreatif mungkin agar limbah-limbah tersebut tidak mengakibatkan polusi dilingkungan kita. Sebagai predikat kota pendidikan , Yogyakarta juga tidak lepas dari sebutan kota pariwisata . Untuk mendukung kota ini sebagai kota pariwisata , perlu juga adanya berbagai sumber potensi yang dapat mengangkat citra kota yogyakarta sebagai kota pariwisata . Salah satunya adalah kerajinan . Dengan berbagai macam kerajinan yang ada di kota ini , maka pantaslah , bahwa kota yogyakarta juga mendapat julukan , senagai kota kerajinan .Di kota yogyakarta sendiri, berbagai kerajinan tumbuh dengan pesat . Berbagai barang kerajinan telah mereka hasilkan . Hasil yang mereka buat , ada yang dijual ke daerah lain , maupun sampai ke luar negeri . Didukung dengan banyaknya sumber bahan dan ketrampilan yang dimiliki , maka kerajinan yang ada di kota jogjakarta tumbuh dan sangat berkembang. Sering kita jumpai di berbagai lokasi yang ada di kota jogjakarta , sebagian masyarakatnya melakukan usaha di bidang kerajinan. Didukung modal dan ketrampilan yang mereka miliki , serta manajenen yang baik , perorangan maupun kelompok usaha , maka barang kerajinan yang dihasilkan sangat baik dan beragam . Para pengrajin , baik pengrajin dalam skala besar maupun pengrajin dalam skala kecil , berusaha menawarkan produknya ke konsumen , sehingga muncul persaingan antar mereka . Sementara itu , dalam memenuhi sumber bahan baku , banyak diantara mereka yang memanfaatkan sumber daya alam sepenuhnya , seperti kayu , tumbuhan , serta bahan baku yang ada disekitar kita . Selain itu , dalam menghasilkan barang kerajinan , khususnya mereka yang hanya memanfaatkan limbah , sebagai bahan bakunya , sangat dibutuhkan ketrampilan yang tinggi serta ide-ide dalam berkarya untuk menciptakan barang kerajinan . Dalam penanganannya , selain limbah tersebut di daur ulang , ada juga yang hanya dimanfaatkan sebagai asesoris pelengkap dalam menciptakan barang . Melalui proses yang sederhana , serta ditunjang dengan penanganan yang baik dan ketelitian, maka limbah yang sebelumnya tidak terpakai , dibentuk sedemikian rupa , sehingga diperoleh barang yang lebih berguna dari pada sebelumnya . Di kota jogjakarta , ada sebagian masyarakatnya , dalam melakukan usaha di bidang kerajinan , memanfaatkan limbah sebagai bahan bakunya . Disini , mereka memanfaatkan limbah kertas bekas , untuk kemudian diolah , dan akhirnya dijadikan barang kerajinan . Salah satu masyarakat yang menggunakan limbah kertas untuk dijadikan barang kerajinan , adalah masyarakat di dusun Pucung , Karang Asem , Wukir Sari , Imogiri , Bantul . Melalui sedikit penanganan , seperti pemahatan pada kertas , pemberian gambar , perangkaian , jadilah kipas yang sangat baik . Di desa pucung sendiri , kondisi alamnya tidak begitu menguntungkan . Bertempat di daerah perbukitan kapur , dengan kehidupan mereka yang sangat sederhana , Dengan kondisi seperti ini , maka mereka sangat sulit , untuk menggantungkan hidupnya terhadap lingkungannya . Oleh karena itu , banyak diantara mereka yang keluar dari daerah tersebut , untuk mengadu nasib . Sementara itu , sebagian dari mereka , masih ada yang tinggal di daerah tersebut . Mereka berusaha bangkit dari tekanan-tekanan yang dihadapinya , hanya untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari . Dari alasan inilah , maka , mereka mencoba memilih usaha baru yang diyakini dapat menguntungkan . Salah satu pilihan mereka adalah bergerak di bidang kerajinan . Dengan modal yang tidak begitu mahal , mereka hanya memanfaatkan limbah kertas sebagai bahan bakunya , untuk dijadikan kerajinan . Maka , masyarakat yang tinggal di desa pucung imogiri , lambat laun dapat mengatasi kebutuhan sehari-harinya melalui kerajinan tersebut . Sehingga , sampai sekarang , masyarakat yang tinggal di desa tersebut , hasil kerajinannya sangat terkenal . salah satunya adalah sentra kerajinan kipas dari kertas bekas . Menurut salah satu pengrajin yang ada , yaitu Ibu Surip , mengatakan bahwa , kerajinan di desanya sudah berlangsung lama . Menurutnya , kipas hasil buatannya ia jual ke pasar-pasar terdekat . Seperti pasar imogiri , pasar prambanan , dan sebagainya . Lambat laun kipas yang mereka pasarkan mulai laku . Sehingga jumlah produksi harus ditingkatkan atau diperbanyak . Sampai sekarang kipas yang mereka buat sudah beredar ke daerah lain , seperti kota jogjakarta, muntilan , dan daerah- lainnya . Dari sinilah kerajinan kipas yang ada di desa Pucung , Imogiri , mulai dikenal oleh masyarakat luas . Baik tua maupun muda , serta anak-anak , menggeluti dalam dunia usaha , pembuatan kipas dari kertas bekas . Mereka memanfaatkan hari-harinya , maupun waktu luangnya untuk membuat kipas , demi mencari nafkah , untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari . Dapat kita lihat , banyak anak-anak yang turut bekerja . Setelah mereka pulang sekolah , mereka memanfaatkan waktu yang berharga ini untuk mencari tambahan uang saku dan membantu orang tuanya . Selain itu , mereka ingin belajar bagaimana caranya membuat kipas tersebut. Di desa pucung , sering kita jumpai orang-orang dari luar daerah , yang sengaja datang ke desanya , untuk membeli kipas . Diantara mereka , adalah tengkulak . Mereka sengaja datang , untuk membeli kipas dalam jumlah banyak . Mereka memanfaatkan peluang , untuk digunakan , sebagai tempat kulakan . Dan ? . Terjadilah transaksi jual beli diantara mereka . Menurutnya , proses dalam pembuatan kipas , melalui beberapa tahapan . Pada garis besarnya , tahapan pertama , adalah pemilihan atau penyortiran kertas . Tahap kedua adalah proses pemahatan . tahap ketiga adalah proses pelukisan atau penggambaran . Dan tahap akhir , adalah proses perakitan . Di dalam proses penyortiran atau pemilahan kertas ini , dimaksudkan untuk pengelompokkan lembaran kertas , mana yang dapat dipakai , dan , mana yang tidak dapat dipakai . Setelah lembaran ketas melalui tahap pernyortiran , kemudian lembaran kertas tersebut dikelompokkan berdasarkan warnanya . Hal ini dimaksudkan untuk mempermudah dalam proses penanganan selanjutnya . Kertas-kertas yang sudah dikelompokkan , kemudian disusun , menjadi beberapa lapisan . Tujuannya , agar dalam proses pemahatan nantinya , dapat dikerjakan dengan cepat . dan bentuk yang dihasilkan akan sama . Pada tahap berikutnya , lembaran kertas yang sudah disusun , kemudian di lapisan atau bagian atas sendiri digambar , sesuai dengan mal yang sudah dipersiapkan . Setelah itu , lembaran kertas yang sudah digambar , siap untuk dilakukan pemangkasan . Dalam proses pemangkasan ini , dibutuhkan suatu alat , untuk memangkasnya . Alat ini berupa tatah yang dimodivikasi , sehingga dapat digunakan untuk memahat dalam jumlah banyak . Proses ini dibutuhkan ketelitian dan ketrampilan si pemahat . Jika dirasa sudah selesai , maka , lembaran kertas tersebut sudah siap untuk di proses selanjutnya , yaitu digambar . dalam proses penggambaran , juga diperlukan keahlian yang khusus . Hal ini dikarenakan , selain lebih indah , hasil yang didapatkan akan banyak . Kecepatan dalam proses penggambaran ini , tergantung pada si pembuat sendiri . Tahap akhir dalam proses pembuatan kipas ini , adalah merangkai . Kertas-kertas yang sudah digambar , kemudian disusun satu demi satu , untuk ditempelkan di kerangka kipas . Proses penempelan inipun sangat sederhana . Sedangkan lem yang digunakan , hanyalah lem kertas biasa . Untuk mempermudah dam mempercepat mereka dalam proses pembuatan kipasnya , banyak diantara pengrajin kipas , tinggal membeli kerangka kipas saja . Sementara , mereka hanya tinggal melakukan penempelan . Sementaraitu , kerangka kipas yang mereka pakai , sudah ada orang yang membuatkannya . Oleh karena itu , banyak juga diantara mereka yang memanfaatkan kesempatan ini , untuk membuat kerangka kipas . Dengan terjalinnya kerjasama diantara kedua belah pihak , dan sudah mereka lakukan sejak lama , maka , mereka saling diuntungkan . Sementara itu , menurut salah pembeli kipas , yang berasal dari kota muntilan , Heri mengatakan , hampir setiap minggunya , dia kulakan kipas disini . Barang dagangan yang dia beli , rencananya akan jual lagi ketempat lain . Lokasi yang dia pilih , antara lain disekitar alun-alun utara kraton jogjakarta , tempat bus-bus wisata parkir , dan tempat-tempat lainnya . Selain itu juga , pada hari-hari tertentu , mereka berjualan di daerah-daerah wisata seperti candi borobudur , candi prambanan , dan daerah sekitarnya . Menurutnya, cara yang paling menguntungkan dalam menawarkan dagangannya, adalah naik-turun memasuki bus-bus wisata yang berada ditempat-tempat parkir . Dengan tutur kata dan penampilan , mereka berusaha memikat dan meyakinkan konsumen untuk membeli dagangannya . Menurutnya , pada hari-hari tertentu , seperti musim liburan sekolah , hari raya , banyak sekali para wisatawan yang datang di kota jogjakarta . Dan . Disinilah kesempatan mereka untuk memperoleh rejeki banyak . Melalui pengalaman dan ketekunan mereka dalam memproduksi barang kerajinan , serta berusaha menjaga mutunya , sampai sekarang , masyarakat pengrajin , yang tinggal di desa pucung , imogiri , bantul , sampai sekarang kehidupan mereka menjadi tenteram . Hanya dengan memanfaatkan limbah-limbah yang ada disekitar kita sebagai bahan baku untuk kerajinan , serta , melalui tangan-tangan terampil mereka , dan , diimbangi dengan ketekunan kita dalam menciptakan suatu karya , maka hasil yang kita peroleh , akan terwujud .

mamfaat daur ulang limbah kertas

April 10, 2011

kita seringkali melihat kertas-kertas yang dibuang secara sia-sia oleh manusia-manusia yang tidak memiliki kesadaran yang tinggi atas fungsi dari kertas-kertas tersebut yang jika diolah dengan sekreatif mungkin akan dapat menimbulkan sesuatu baru yang dapat menguntungkan bagi kita semua.

Jika kertas-kertas ini kita biarkan menumpuk sangat banyak, dampak yang ditimbulkan pun banyak negatifnya, seperti pembakaran kertas yang dapat menimbulkan efek rumah kaca, menipisnya lapisan ozon, menimbulkan bau yang tidak sedap, dll. Apalagi kita sudah seringkali mendengar issue-issue global warming yang diakibatkan oleh bertambah banyaknya polusi udara di seluruh dunia. Apakah kita mau dunia ini akan musnah gara-gara sehelai kertas yang dibuang sia-sia?

Limbah kertas ini akan memiliki nilai ekonomis yang tinggi jika dipegang oleh tangan-tangan yang kreatif. Seperti halnya limbah kertas dapat diolsh menjadi kerajinan tangan , misalnya kotak perhiasan, kipas, tempat tissue, mainan anak-anak,dll.

Di dalam membuat kertas daur ulang, bahan-bahan yang bisa di gunakan ada dua jenis yaitu dari limbah kertas dan tanaman hasil pertanian atau tanaman-tanaman non produktif.
Ini merupakan salah satu contoh bahan dari limbah koran yang dapat di olah atau didaur ulang menjadi kertas dengan hasil yang berbeda. Di dalam proses pembuatan kertas daur ulang dari limbah koran maupun limbah kertas lainnya, pertama-tama yang harus dilakukan adalah kertas limbah tadi di potong kecil-kecil kemudian direndam di dalam air kurang lebih satu hari, baru kemudian setelah lunak kemudian di blender sampai menjadi bubur kertas. Setelah semua menjadi bubur, proses selanjutnya adalah di cetak dengan menggunakan alat cetak dari kawat kasa yang telah terpasang pada sebuah spanram dengan ukuran kurang lebih 21,5 cm x 33 cm.
Batang pisang juga dapat di olah menjadi kertas, yaitu setelah mengalami proses pengeringan dan pengolahan lebih lanjut. proses pembuatan kertas dari bahan batang pisang pertama-tama yang harus dilakukan adalah, batang pisang tadi dipotong kecil-kecil dengan ukuran berkisar 25 cm, lalu di jemur di bawah terik matahari hingga kering. Setelah batang pisang tadi kering proses berikutnya adalah dengan cara direbus sampai menjadi lunak, namun pada saat proses perebusan sebaiknya di tambah dengan formalin atau kostik soda maksudnya adalah di samping untuk mempercepat proses pelunaan juga untuk menghilangkan getah-getah yang masih menempel pada batang pisang tadi, pada proses berikutnya batang pisang yang sudah lunak tadi disaring dan dibersihkan dari zat-zat kimia tadi baru kemudian di buat bubur ( pulp) dengan cara di blender. Baru kemudian dicetak menjadi lembaran-lembaran kertas.
Alang-alang merupakan jenis rumput-rumputan dan sebagai tanaman non produktif,sebagian orang tanaman ini di anggap salah satu tanaman pengganggu. Tapi bagi orang yang memiliki kreativitas tinggi alang-alang justru merupakan tanaman yang dapat mengasilkan pendapatan, yaitu sebagai bahan dasar dalam pembuatan kertas,tentu saja setelah mengalami proses lebih lanjut.
Kotak Perhiasan ini terbuat dari kertas daur ulang, dan limbah pertanian. Sejatinya produk ini dibuat dari tanaman hasil pertanian seperti misalnya dari batang pisang, dan rumput alang-alang yang telah diproses menjadi kertas dan dikombinasi dengan kertas daur ulang.
Untuk hiasannya dapat menggunakan bahan rempah-rempah seperti lada, ketumbar, cengkih dll.
Limbah-limbah kertas maupun tanaman yang tidak produktif ternyata dapat kita manfaatkan atau kita olah menjadi barang yang memiliki nilai ekonomis seperti contoh Tempat Tissu. Tempat Tissu ini terbuat dari kertas limbah / daur ulang,juga dari tanaman alang-alang yang telah diproses menjadi kertas,untuk memperindah tampilan dari tempat tissu ini saya kombinasikan dengan bahan rempah-rempah seperti kayu manis, lada, ketumbar dll, semua bahan yang di gunakan dalam pembuatan tempat tissu ini adalah murni dari bahan alam, kecuali lem sebagai alat perekatnya. Rempah-rempah tadi dapat di susun sedemikian rupa sehingga terbentuk sebuah hiasan yang menarik dan unik, dan terbentuk satu kesatuan yang artistik.
Jika kita tidak ingin mengalami dampak buruk dari kertas-kertas ini, maka tindakan paling minim yang dapat kita lakukan sebagai siswa-siswi sekolah yang sadar betul akan lingkungan adalah mengolah limbah kertas tersebut sekreatif mungkin agar limbah-limbah tersebut tidak mengakibatkan polusi dilingkungan kita.
Sebagai predikat kota pendidikan , Yogyakarta juga tidak lepas dari sebutan kota pariwisata . Untuk mendukung kota ini sebagai kota pariwisata , perlu juga adanya berbagai sumber potensi yang dapat mengangkat citra kota yogyakarta sebagai kota pariwisata . Salah satunya adalah kerajinan . Dengan berbagai macam kerajinan yang ada di kota ini , maka pantaslah , bahwa kota yogyakarta juga mendapat julukan , senagai kota kerajinan .Di kota yogyakarta sendiri, berbagai kerajinan tumbuh dengan pesat . Berbagai barang kerajinan telah mereka hasilkan . Hasil yang mereka buat , ada yang dijual ke daerah lain , maupun sampai ke luar negeri . Didukung dengan banyaknya sumber bahan dan ketrampilan yang dimiliki , maka kerajinan yang ada di kota jogjakarta tumbuh dan sangat berkembang.

Sering kita jumpai di berbagai lokasi yang ada di kota jogjakarta , sebagian masyarakatnya melakukan usaha di bidang kerajinan. Didukung modal dan ketrampilan yang mereka miliki , serta manajenen yang baik , perorangan maupun kelompok usaha , maka barang kerajinan yang dihasilkan sangat baik dan beragam .
Para pengrajin , baik pengrajin dalam skala besar maupun pengrajin dalam skala kecil , berusaha menawarkan produknya ke konsumen , sehingga muncul persaingan antar mereka .
Sementara itu , dalam memenuhi sumber bahan baku , banyak diantara mereka yang memanfaatkan sumber daya alam sepenuhnya , seperti kayu , tumbuhan , serta bahan baku yang ada disekitar kita . Selain itu , dalam menghasilkan barang kerajinan , khususnya mereka yang hanya memanfaatkan limbah , sebagai bahan bakunya , sangat dibutuhkan ketrampilan yang tinggi serta ide-ide dalam berkarya untuk menciptakan barang kerajinan . Dalam penanganannya , selain limbah tersebut di daur ulang , ada juga yang hanya dimanfaatkan sebagai asesoris pelengkap dalam menciptakan barang .
Melalui proses yang sederhana , serta ditunjang dengan penanganan yang baik dan ketelitian, maka limbah yang sebelumnya tidak terpakai , dibentuk sedemikian rupa , sehingga diperoleh barang yang lebih berguna dari pada sebelumnya .
Di kota jogjakarta , ada sebagian masyarakatnya , dalam melakukan usaha di bidang kerajinan , memanfaatkan limbah sebagai bahan bakunya . Disini , mereka memanfaatkan limbah kertas bekas , untuk kemudian diolah , dan akhirnya dijadikan barang kerajinan .
Salah satu masyarakat yang menggunakan limbah kertas untuk dijadikan barang kerajinan , adalah masyarakat di dusun Pucung , Karang Asem , Wukir Sari , Imogiri , Bantul .
Melalui sedikit penanganan , seperti pemahatan pada kertas , pemberian gambar , perangkaian , jadilah kipas yang sangat baik .
Di desa pucung sendiri , kondisi alamnya tidak begitu menguntungkan . Bertempat di daerah perbukitan kapur , dengan kehidupan mereka yang sangat sederhana , Dengan kondisi seperti ini , maka mereka sangat sulit , untuk menggantungkan hidupnya terhadap lingkungannya . Oleh karena itu , banyak diantara mereka yang keluar dari daerah tersebut , untuk mengadu nasib . Sementara itu , sebagian dari mereka , masih ada yang tinggal di daerah tersebut . Mereka berusaha bangkit dari tekanan-tekanan yang dihadapinya , hanya untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari . Dari alasan inilah , maka , mereka mencoba memilih usaha baru yang diyakini dapat menguntungkan . Salah satu pilihan mereka adalah bergerak di bidang kerajinan .
Dengan modal yang tidak begitu mahal , mereka hanya memanfaatkan limbah kertas sebagai bahan bakunya , untuk dijadikan kerajinan . Maka , masyarakat yang tinggal di desa pucung imogiri , lambat laun dapat mengatasi kebutuhan sehari-harinya melalui kerajinan tersebut .
Sehingga , sampai sekarang , masyarakat yang tinggal di desa tersebut , hasil kerajinannya sangat terkenal . salah satunya adalah sentra kerajinan kipas dari kertas bekas .
Menurut salah satu pengrajin yang ada , yaitu Ibu Surip , mengatakan bahwa , kerajinan di desanya sudah berlangsung lama .
Menurutnya , kipas hasil buatannya ia jual ke pasar-pasar terdekat . Seperti pasar imogiri , pasar prambanan , dan sebagainya .
Lambat laun kipas yang mereka pasarkan mulai laku . Sehingga jumlah produksi harus ditingkatkan atau diperbanyak . Sampai sekarang kipas yang mereka buat sudah beredar ke daerah lain , seperti kota jogjakarta, muntilan , dan daerah- lainnya .
Dari sinilah kerajinan kipas yang ada di desa Pucung , Imogiri , mulai dikenal oleh masyarakat luas . Baik tua maupun muda , serta anak-anak , menggeluti dalam dunia usaha , pembuatan kipas dari kertas bekas .
Mereka memanfaatkan hari-harinya , maupun waktu luangnya untuk membuat kipas , demi mencari nafkah , untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari .
Dapat kita lihat , banyak anak-anak yang turut bekerja . Setelah mereka pulang sekolah , mereka memanfaatkan waktu yang berharga ini untuk mencari tambahan uang saku dan membantu orang tuanya . Selain itu , mereka ingin belajar bagaimana caranya membuat kipas tersebut.
Di desa pucung , sering kita jumpai orang-orang dari luar daerah , yang sengaja datang ke desanya , untuk membeli kipas . Diantara mereka , adalah tengkulak . Mereka sengaja datang , untuk membeli kipas dalam jumlah banyak . Mereka memanfaatkan peluang , untuk digunakan , sebagai tempat kulakan . Dan ? . Terjadilah transaksi jual beli diantara mereka .
Menurutnya , proses dalam pembuatan kipas , melalui beberapa tahapan . Pada garis besarnya , tahapan pertama , adalah pemilihan atau penyortiran kertas . Tahap kedua adalah proses pemahatan . tahap ketiga adalah proses pelukisan atau penggambaran . Dan tahap akhir , adalah proses perakitan .
Di dalam proses penyortiran atau pemilahan kertas ini , dimaksudkan untuk pengelompokkan lembaran kertas , mana yang dapat dipakai , dan , mana yang tidak dapat dipakai .
Setelah lembaran ketas melalui tahap pernyortiran , kemudian lembaran kertas tersebut dikelompokkan berdasarkan warnanya . Hal ini dimaksudkan untuk mempermudah dalam proses penanganan selanjutnya .
Kertas-kertas yang sudah dikelompokkan , kemudian disusun , menjadi beberapa lapisan . Tujuannya , agar dalam proses pemahatan nantinya , dapat dikerjakan dengan cepat . dan bentuk yang dihasilkan akan sama .
Pada tahap berikutnya , lembaran kertas yang sudah disusun , kemudian di lapisan atau bagian atas sendiri digambar , sesuai dengan mal yang sudah dipersiapkan .
Setelah itu , lembaran kertas yang sudah digambar , siap untuk dilakukan pemangkasan . Dalam proses pemangkasan ini , dibutuhkan suatu alat , untuk memangkasnya . Alat ini berupa tatah yang dimodivikasi , sehingga dapat digunakan untuk memahat dalam jumlah banyak . Proses ini dibutuhkan ketelitian dan ketrampilan si pemahat .

Jika dirasa sudah selesai , maka , lembaran kertas tersebut sudah siap untuk di proses selanjutnya , yaitu digambar . dalam proses penggambaran , juga diperlukan keahlian yang khusus . Hal ini dikarenakan , selain lebih indah , hasil yang didapatkan akan banyak . Kecepatan dalam proses penggambaran ini , tergantung pada si pembuat sendiri .
Tahap akhir dalam proses pembuatan kipas ini , adalah merangkai . Kertas-kertas yang sudah digambar , kemudian disusun satu demi satu , untuk ditempelkan di kerangka kipas . Proses penempelan inipun sangat sederhana . Sedangkan lem yang digunakan , hanyalah lem kertas biasa .
Untuk mempermudah dam mempercepat mereka dalam proses pembuatan kipasnya , banyak diantara pengrajin kipas , tinggal membeli kerangka kipas saja . Sementara , mereka hanya tinggal melakukan penempelan . Sementaraitu , kerangka kipas yang mereka pakai , sudah ada orang yang membuatkannya .
Oleh karena itu , banyak juga diantara mereka yang memanfaatkan kesempatan ini , untuk membuat kerangka kipas . Dengan terjalinnya kerjasama diantara kedua belah pihak , dan sudah mereka lakukan sejak lama , maka , mereka saling diuntungkan .
Sementara itu , menurut salah pembeli kipas , yang berasal dari kota muntilan , Heri mengatakan , hampir setiap minggunya , dia kulakan kipas disini . Barang dagangan yang dia beli , rencananya akan jual lagi ketempat lain .
Lokasi yang dia pilih , antara lain disekitar alun-alun utara kraton jogjakarta , tempat bus-bus wisata parkir , dan tempat-tempat lainnya .
Selain itu juga , pada hari-hari tertentu , mereka berjualan di daerah-daerah wisata seperti candi borobudur , candi prambanan , dan daerah sekitarnya .
Menurutnya, cara yang paling menguntungkan dalam menawarkan dagangannya, adalah naik-turun memasuki bus-bus wisata yang berada ditempat-tempat parkir . Dengan tutur kata dan penampilan , mereka berusaha memikat dan meyakinkan konsumen untuk membeli dagangannya .
Menurutnya , pada hari-hari tertentu , seperti musim liburan sekolah , hari raya , banyak sekali para wisatawan yang datang di kota jogjakarta .
Dan . Disinilah kesempatan mereka untuk memperoleh rejeki banyak .
Melalui pengalaman dan ketekunan mereka dalam memproduksi barang kerajinan , serta berusaha menjaga mutunya , sampai sekarang , masyarakat pengrajin , yang tinggal di desa pucung , imogiri , bantul , sampai sekarang kehidupan mereka menjadi tenteram .
Hanya dengan memanfaatkan limbah-limbah yang ada disekitar kita sebagai bahan baku untuk kerajinan , serta , melalui tangan-tangan terampil mereka , dan , diimbangi dengan ketekunan kita dalam menciptakan suatu karya , maka hasil yang kita peroleh , akan terwujud .

 

Wikileaks Indonesia

April 9, 2011

Berdasarkan penelusuran “PRLM”,Senin (13/12), saat ini sudah ada 9 dokumen yang disiarkan di sana, yang rentang waktu pembuatannya antara 1960-an sampai dengan 2009. Kesembilan dokumen tersebut, diantaranya adalah: Laporan Tim Kerja Kasus Munir di Paripurna DPR, Hasil Audit BPK atas Lumpur Lapindo, Laporan Kedubes Amerika Mengenai Timor Timur, Transkrip Soeharto-Gerald Ford, Laporan Akhir TPF Kasus Meninggalnya Munir, dan Hasil Visum Korban G30S.

Tetapi yang ingin saya bahas tentang pembocor spesialis rahasia diplomatik, WikiLeaks, menampilkan informasi yang menyinggung Indonesia. Kali ini, informasi itu menyinggung bahwa Yudhoyono terlibat dalam praktek korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan, sehingga merusak reputasinya sebagai tokoh yang bersih dan reformis. Selain itu juga SBY dituduh telah memanfaatkan lembaga Intelijen untuk memata-matai beberapa lawan politiknya, dan, sedikitnya dalam satu kesempatan, seorang menteri senior di kabinetnya. Data yang dimiliki oleh Wikileaks yang diklaim milik diplomatik Kedubes AS juga ternyata menganggap bahwa Jusuf Kalla yang pada saat itu menjabat sebagai wakil presiden RI telah membayar jutaan dolar untuk memimpin partai politik terbesar di Indonesia, Golkar, pada kongres Desember tahun 2004 lalu. Sejumlah pejabat dan mantan pejabat Indonesia pun turut disinggung, diantaranya mantan Wapres Jusuf Kalla, Ketua MPR Taufiq Kiemas, hingga Ibu Negara Ani Yudhoyono. Kedubes AS pun menyebut penasihat presiden, TB Silalahi, sebagai salah satu informan berharga. hal-hal yang dilaporkan di artikel itu bukan saja tidak berdasarkan fakta tapi juga bertolak belakang dengan keadaan Indonesia dalam sepuluh tahun terakhir. “Dalam masa itu, Indonesia berhasil memajukan demokrasi, memberantas korupsi dan menegakkan Good Governance. Tetapi Indonesia membantah itu semua dan menyampaikan protes keras ke pemerintah Amerika Serikat atas laporan WikiLeaks yang dimuat surat kabar Sydney Morning Herald dan The Age. “Kami tidak saja menyampaikan protes keras tapi minta penjelasan dan klarifikasi mengenai laporan yang dimaksud. Diharapkan AS menyampaikan penyesalan mengenai hal iniBocoran WikiLeaks itu diklaim oleh suatu surat kabar Australia, The Age. Dalam edisi Jumat, 11 Maret 2011, koran itu menampilkan judul yang besar pada halam depan, “Yudhoyono ‘Abused Power’: Cables accuse Indonesian President of corruption.

 

 

Peran Pemulung Dalam Pengelolaan Sampah Dan Hubungannya Dengan Upaya Kota Banda Aceh.

Maret 6, 2011

Pertumbuhan dan perkembangan Kota Banda Aceh dewasa ini telah memicu persoalan baru yang cukup merepotkan. Sampah-sampah yang menumpuk di berbagai sudut kota, menjadi pekerjaan rumah khususnya bagi Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota dan umumnya bagi seluruh masyarakat di Kota Banda Aceh. Masalah sampah ini menjadi tanggung jawab bersama, karena itu harus dicari solusi yang tepat untuk mengantisipasi melimpahnya sampah.

Hadirnya pemulung belakangan ini untuk mengambil sampah-sampah anorganik yang masih dapat didaur ulang (recycle) berkonstribusi terhadap kebersihan lingkungan, serta dapat membantu menekan debit sampah. Penelitian ini untuk melihat sejauhmana peran pemulung dalam pengelolaan sampah dan hubungannya dengan upaya kebersihan lingkungan, sistem pengolahan sampah, mengurangi debit sampah di TPS dan TPA, lingkungan sosial ekonomi/pendapatan pemulung itu sendiri serta memprediksikan masa depan pemulung di Kota Banda Aceh. Hal tersebut berkaitan dengan pelaksanaan Perda No.6 tahun 1980 No.188.342/827/1980. Tanggal 27 Desember 1980 tentang kebersihan dan keindahan kota, dengan motto Kota “Beriman”. Penelitian ini dilaksanakan di Kota Banda Aceh, Jumlah pemulung di Kota Banda Aceh sebanyak 800 orang. Terdiri dari pemulung formal dan nonformal.

Sampel diambil secara proporsional 15% dari empat kecamatan dalam Kota Banda Aceh, yaitu sebanyak 120 orang. Kecamatan Meraka sebanyak 7 orang, Kecamatan Baiturrahman sebanyak 16 orang, Kecamatan Kuta Alam sebanyak 57 orang, Kecamatan Syiah Kuala sebanyak 40 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesyioner (angket), wawancara, observasi langsung ke lapangan serta studi dokumentasi. Kemudian dengan uji (t-test) untuk melihat hubungan variabel berbas (X) dengan variabel terikat (Y). Indikator-indikator yang digunakan dalam penelitian ini antara lain : umur,jenis kelamin, tingkat pendidikan, status perkawinan, lamanya menekuni profesi pemulung, jumlah anggota regu kerja, alat transportasi yang digunakan, jam kerja/hari, motivasi kerja, kondisi jalan dan konteiner (TPS), lokasi TPS, jumlah hasil pulungan/orang/hari, jumlah pendapatan/orang/hari, jumlah yang dapat ditabung/hari serta pengeluaran rutin untuk berbagai kebutuhan. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemulung memiliki andil yang bermakna dalam upaya kota Banda Aceh menuju kota “Beriman”. Menyangkut masa depan pemulung sendiri dengan kondisi yang ada saat ini di Kota Banda Aceh belum menunjukkan tanda-tanda yang lebih baik. Berkenaan dengan pengelolaan sampah yang dilakukan Pemda belum mencapai hasil yang maksimal. Hal ini karena sarana dan prasarana yang dimiliki saat ini kurang memadai, sehingga menyebabkan Perda No.6 tahun 1980 belum terlaksana secara sempurna. Hal ini dapat dilihat dari jumlah produksi sampah di kota Banda Aceh mencapai 356,61 m3/hari, sedangkan yang terangkut barn berkisar 248,92 m3/hari.

manajemen stress-Mekanisme Terjadinya Stress

Maret 6, 2011

Stress baru nyata dirasakan apabila keseimbangan diri terganggu. Artinya kita baru mengalami highlight manakala kita mempresepsi tekanan dari stressor melebihi daya tahan yang kita punya untuk menghadapi tekanan tersebut. Jadi selama kita memandang diri kita masih bisa menahan tekanan tersebut, (yang kita presepsi lebih ringan dari kemampuan kita menahan) maka tekananhighlight belum nyata. Akan tetapi apabila tekanan tersebut bertambah besar (dari stressor yang sama atau dari stressor lain secara bersamaan) tekanan menjadi nyata, kita kewalahan dan merasakan stress.

Selama pikiran tidak menghentikan pengiriman tanda bahaya ke otak, mekanisme Stress ini berjalan terus. Belakangan ini sejumlah penelitian paduan bidang psikologi dan syaraf (Goleman, 2007) menemukan bahwa otak manusia memiliki banyak neuron counterpart yang bekerja otonom menangkap vigilance pada saat kita ber- interaksi sosial, kemudian membangun (set-up) sistem sirkuit yang sesuai dengan bacaannya. Dengan perkataan lain, meskipun secara mental kita bisa melakukan adjustment, tubuh secara otonom melakukan mekanisme pertahanan atau perlindungan sesuai bacaan neuron mirror.

Secara fisiologis ada 3 tahap penyesuaian dilakukan tubuh , sering disebut GAS (General Adaptation Syndrome), yaitu :

  1. Tahap pertama, tahap siaga ( warning theatre ) terjadi saat mulai terasa sengatan cekaman, biasanya muncul rekasi darurat, “fight or flight”.
  2. Tahap kedua, tahap perlawanan ( insurgency stage), pada tahap ini tidak seheboh tahap pertama, tetapi reaksi hormonal tubuh masih tinggi, secara nyata orang ini melakukan upaya penanganan , bisa “coping” bisa juga “fighting” . Apabila stressor bisa ditiadakan, maka tubuh akan kembali ke keadaan normal.
  3. Tahap ketiga, tahap kepayahan – Exhausted theatre Individu tidak lagi memberikan respos stress karena kepayahan, kehabisan energi. Kondisi ini agak berbahaya karena tubuh yang mengalamai banyak goncangan keseimbangan menjadi terbiasa “sesuai” dengan kondisi tersebut, berakibat gangguan penyakit yang lebih parah, seperti gangguan lambung, hypertensi, cardiovasculer, dst.

Mudaha-mudahan dengan semakin bertambahnya pengetahuan kita tentang manajemen stress khususnya apa yang baru saja ktia bahas yaitu mekanisme terjadinya stress, kita akan semakin mampu me- manajemen highlight dalam diri dengan baik. Dalam tulisan berikutnya kita akan membahas mengenai Indikasi/Gejala Stress.

konflik dalam organisasi

Maret 6, 2011

Konflik adalah: Sikap saling mempertahankan diri sekurang-kurangnya diantara dua kelompok, yang memiliki tujuan dan pandangan berbeda, dalam upaya mencapai satu tujuan sehingga mereka berada dalam posisi oposisi, bukan kerjasama.

Konflik dapat berupa perselisihan (disagreement), adanya ketegangan (the presence of tension), atau munculnya kesulitan-kesulitan lain di antara dua pihak atau lebih. Konflik sering menimbulkan sikap oposisi antara kedua belah pihak, sampai kepada tahap di mana pihak-pihak yang terlibat memandang satu sama lain sebagai penghalang dan pengganggu tercapainya kebutuhan dan tujuan masing masing.

JENIS-JENIS KONFLIK DALAM ORGANISASI

Subtantive conflicts merupakan perselisihan yang berkaitan dengan tujuan kelompok, pengalokasian sumber daya dalam suatu organisasi, distribusi kebijaksanaan dan prosedur, dan pembagian jabatan pekerjaan.

Emotional conflicts terjadi akibat adanya perasaan marah, tidak percaya, tidak simpatik, takut dan penolakan, serta adanya pertentangan antar pribadi (personality clashes).

PENYEBAB TERJADINYA KONFLlK
Penyelesaian efektif dari suatu konflik seringkali menuntut agar faktor-faktor penyebabnya diubah. Penyebab terjadinya konflik dikelompokkan dalam dua kategori besar:

A. Karakteristik Individual
1. Nilai sikap dan Kepercayaan (Values, Attitude, and Baliefs) atau Perasaan kita tentang apa yang benar dan apa yang salah, untuk bertindak positif maupun negatif terhadap suatu kejadian, dapat dengan mudah menjadi sumber terjadinya konflik. Nilai-nilai yang dipegang dapat menciptakan ketegangan-ketegangan di antara individual dalam suatu
organisasi.

2. Kebutuhan dan Kepribadian (Needs and Personality)
Konflik muncul karena adanya perbedaan yang sangat besar antara kebutuhan dan kepribadian setiap orang, yang bahkan dapat berlanjut kepada perseteruan antar pribadi. Sering muncul kasus di mana orang-orang yang memiliki kebutuhan kekuasaan dan prestasi yang tinggi cenderung untuk tidak begitu suka bekerjasama dengan orang lain, karena mereka menganggap prestasi pribadi lebih penting, sehingga hal ini tentu mempengaruhi pihak-pihak lain dalam organisasi
tersebut.

3. Perbedaan Persepsi (Perseptual Differences)
Persepsi dan penilaian dapat menjadi penyebab terjadinya konflik. Misalnya saja, jika kita menganggap seseorang sebagai ancaman, kita dapat berubah menjadi defensif terhadap orang tersebut. Di satu sisi, ia juga nganggap kita tidak bersahabat, sehingga potensial terjadinya konflik muncul dengan sendirinya.

B. Faktor Situasi
1. Kesempatan dan Kebutuhan Barinteraksi (Opportunity and Need to Interact)
Kemungkinan terjadinya konflik akan sangat kecil jika orang-orang terpisah secara fisik dan jarang berinteraksi. Sejalan dengan meningkatnya assosiasi di antara pihak-pihak yang terlibat, semakin mengikat pula terjadinya konflik. Dalam bentuk interaksi yang aktif dan kompleks seperti pengambilan keputusan bersama (joint decision-making), potensi terjadinya koflik bahkan semakin meningkat.

2. Ketergantungan satu pihak kepada Pihak lain (Dependency of One Party to Another)
Dalam kasus seperti ini, jika satu pihak gagal melaksanakan tugasnya, pihak yang lain juga terkena akibatnya, sehingga konflik lebih sering muncul.

4. Perbedaan Status (Status Differences)
Apabila seseorang bertindak dalam cara-cara yang ”arogan” dengan statusnya, konflik dapat muncul. Sebagai contoh, dalam engambilan keputusan, pihak yang berada dalam level atas organisasi merasa tidak perlu meminta pendapat para anggota tim yang ada.

5. Rintangan Komunikasi (Communication Barriers)
Komunikasi sebagai media interaksi diantara orang-orang dapat dengan mudah menjadi basis terjadinya konflik. Bisa dikatakan komunikasi oleh pedang bermata dua: tidak adanya komunikasi dapat menyebabkan terjadinya konflik, tetapi di sisi lain, komunikasi yang terjadi itu sendiri dapat menjadi potensi terjadinya konflik.

6. Batas-batas tanggung jawab dan Jurisdiksi yang tidak jelas (Ambiguous responsibilites and Jurisdictions)
Orang-orang dengan jabatan dan tanggung jawab yang jelas dapat mengetahui apa yang dituntut dari dirinya masing-masing. Ketika terjadi ketidakjelasan tanggung jawab dan jurisdiksi, kemungkinan terjadinya konflik jadi
semakin besar. Sebagai contoh, seorang sekretaris mengetahui tugas serta wewenangnya serta pertanggungjawabannya.

TEKNIK MENGELOLA KONFLIK
Pendekatan dalam resolusi konflik tergantung pada :

  • Konflik itu sendiri
  • Karakteristik orang-orang yang terlibat di dalamnya
  • Keahlian individu yang terlibat dalam penyelesaian konflik
  • Pentingnya isu yang menimbulkan konflik
  • Ketersediaan waktu dan tenaga

Setelah berhasil mengkalkulasikan semua poin diatas , maka lanjutkan dengan langkah berikut:

  • Diawali melalui penilaian diri sendiri atau pribadi yang terlibat konflik
  • Analisa isu-isu seputar konflik
  • Tinjau kembali dan sesuaikan dengan hasil eksplorasi diri sendiri.
  • Atur dan rencanakan pertemuan antara individu-individu yang terlibat konflik
  • Memantau sudut pandang dari semua individu yang terlibat
  • Mengembangkan dan menguraikan solusi
  • Memilih solusi dan melakukan tindakan
  • Merencanakan pelaksanaannya

Setelah semua pertimbangan matang dilakukan sesuai langkah diatas, maka beberapa formula penyelesaian konflik dapat digulirkan:

Menghindar
Menghindari konflik dapat dilakukan jika isu atau masalah yang memicu konflik tidak terlalu penting atau jika potensi konfrontasinya tidak seimbang dengan akibat yang akan ditimbulkannya. Penghindaran merupakan strategi yang memungkinkan pihak-pihak yang berkonfrontasi untuk menenangkan diri. Contoh: jika konflik yang terjadi hanya akibat sentimen pribadi yang terjadi antar anggota yang tidak memiliki hubungan positif dengan kinerja organisasi maka pimpinan dapat mengisolasi konflik dengan mengabaikannya dan pastikan konflik tidak berpengaruh kepada kinerja organisasi di kemudian hari.

Mengakomodasi dan Negosiasi
Strategi pengendalian konflik dengan memberikan wadah untuk menampung aspirasi secara gamblang dan jujur antar pihak yang bersiteru. Dengan catatan, konflik telah mengganggu kinerja organisasi secara keseluruhan dan menggunakan mediator (dalam hal ini dapat berupa individu atau kelompok tertentu yang bersifat netral). Teknik ini paling banyak dilakukan. Beberapa acara keakraban internal juga dapat dijadikan jalan keluar (Outbond, sharing internal, darmawisata dll.)

Pengenaan Sangsi Organisasi
Langkah ini dilakukan apabila jalur diplomasi tidak berhasil dilakukan dan media “perdamaian” menemui jalan buntu. Disinilah urgensinya sebuah pertaturan dan tata tertib organisasi

The Role of Key Risk Indicators in Risk Management

Maret 6, 2011

Ketidakpastian dalam menjalankan aktivitas baik yang berasal dari internal maupun eksternal entitas dapat mempengaruhi pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. Ketidakpastian berperan sebagai sumber dari munculnya hal-hal atau risiko yang dapat mengancam atau mengganggu aktivitas operasional entitas maupun yang dapat menyebabkan ketidakmampuan entitas dalam merealisasikan peluang-peluang yang ada guna membantu entitas dalam mencapai tujuannya. Tuntutan untuk mengelola hal-hal atau risiko tersebut telah menjadi prioritas tertentu bagi entitas sebagai salah satu bentuk upaya dalam menjaga dan memastikan keberlangsungan entitas itu sendiri.

Manajemen risiko merupakan sebuah sistem manajemen yang dapat diterapkan guna mengelola risiko-risiko yang dihadapi oleh entitas. Dalam penerapannya, berbagai alat-alat bantu dapat digunakan oleh entitas untuk mewujudkan penerapan manajemen risiko yang efektif. Salah satunya adalah indikator risiko kunci (key Risk Indicator) yang merupakan salah satu alat bantu dalam aktivitas pemantauan risiko.

Indikator risiko kunci adalah suatu peristiwa atau hal tertentu yang memberikan indikasi terjadinya suatu peristiwa risiko. Penggunaan indikator risiko kunci dalam aktivitas pemantauan risiko dapat memberikan peringatan atau informasi lebih dini kepada manajemen entitas bahwa kemungkinan terjadinya suatu peristiwa risiko semakin meningkat. Hal tersebut dapat terwujud karena pemantauan dilakukan untukfokus terhadapperistiwa-peristiwa yang menjadi indikasi terjadinya suatu peristiwa risiko, bukan terhadap peristiwa risiko itu sendiri. Berdasarkan peringatan atau informasi tersebut entitas dapat melakukan berbagai tindakan mitigasi lebih awal guna mengurangi kemungkinan terjadinya peristiwa risiko maupun dampak yang mungkin ditimbulkan oleh risiko tersebut(jika terjadi). Sehingga dalam praktiknya indikator risiko kunci akan berperan sebagai suatu sistem peringatan dini (early warning system) bagi entitas.

Dalam praktiknya, agar dapat menjadi indikator yang terukur dan mudah dipantau serta dapat berperan sebagai sistem peringatan dini, indikator risiko kunci ditetapkan beserta parameter-parameternya, yang terdiri dari:

  1. Ambang batas bawah (Medium Threshold),
    Merupakan ambang batas awal yang memberikan indikasi suatu peristiwarisiko dapat terjadi dengan kemungkinan yang kecil.
  2. Ambang batas atas (High Threshold),Merupakan ambang maksimum yang memberikanindikasi
    suatu peristiwarisiko dapat terjadi dengan kemungkinan besar.
  3. Satuan ukur (Value Unit)
    Satuan ambang batas (threshold).

Kritik perbuatan yang menyesatkan tentang peraturan pasar modal

Maret 5, 2011

.

berbagai peraturan di laksanakan pasar modal mempersyaratkan perusahaan-perusahaan yang menawarkan saham mereka untuk di jual kepada publik harus menyatakaninformasi dengan keterbukaan untuk di jual kepada public harus menyatakan informasi dengan keterbukaan yang penuh, bersih dan benar.  Namun , keterbukaan wajib tersebut banyak yang di salah gunakan pada awal abad ini. Ketidak terbukaan juga antara lain penyebabnya pasar modal amerika serikat ambruk, seperti dikatakan oleh jhon oliver Cunningham :

“(F)ully half of the fifty billion dollars in new securities sold in the united states between World War I and 1930 proved to be worthless by 1933. This collapse in value resulted in large part from abuses in issuing and trading securities. For example, sellers  securities had deliberately overstimulated the demands buyers in order to float  mass of essentially worthless stocks and bond. Promises of easy wealth were made to buyers without disclosing to investors any of the facts essential to estimating the real worth of the securities. The investment literature offered to the public was often misleading and illusory.”

dengan demikian perbaikan atas kekurangan atau kelemahan peraturan pelaksanaan prinsip keterbukaan dapat di mulai dari kritik terhadap peraturan pelaksanaan prinsip keterbukaan dalam mekanisme pasar.

 

Tahapan Perencanaan SDM

Maret 2, 2011

Menurut Jackson dan Schuler (1990), perencanaan sumber daya manusia yang tepat membutuhkan langkah-langkah tertentu berkaitan dengan aktivitas perencanaan sumber daya manusia menuju organisasi modern.

Langkah-langkah tersebut meliputi :

  • Pengumpulan dan analisis data untuk meramalkan permintaan  maupun persediaan sumber daya manusia yang diekspektasikan.
  • bagi perencanaan bisnis masa depan.
  • Mengembangkan tujuan perencanaan sumber daya manusia
  • Merancang dan mengimplementasikan program-program yang dapat memudahkan organisasi untuk pencapaian tujuan perencanaan sumber daya manusia.

Mengawasi dan mengevaluasi program-program yang berjalan. Keempat tahap tersebut dapat diimplementasikan pada pencapaian tujuan jangka pendek (kurang dari satu tahun), menengah (dua sampai tiga tahun), maupun jangka panjang (lebih dari tiga tahun). Rothwell (1995) menawarkan suatu teknik perencanaan sumber daya manusia yang meliputi tahap :

investigasi baik pada lingkungan eksternal, internal, organisasional:

1.      forecasting atau peramalan atas ketersediaan supply dan demand

2.      sumber daya manusia saat ini dan masa depan.

3.      perencanaan bagi rekrumen, pelatihan, promosi, dan lain-lain.

4.      utilasi, yang ditujukan bagi manpower dan kemudian memberikan feedback bagi proses awal.

Sementara itu, pendekatan yang digunakan dalam merencanakan sumber daya manusia adalah dengan actiondriven yang memudahkan organisasi untuk menfokuskan bagian tertentu dengan lebih akurat atau skill-need, daripada melakukan perhitungan numerik dwengan angka yang besar untuk seluruh bagian organisasi. Perencanaan sumber daya manusia umumnya dipandang sebagai ciri penting dari tipe ideal model MSDM meski pada praktiknya tidak selalu harus dijadikan prioritas utama. Perencanaan sumber daya manusia merupakan kondisi penting dari “integrasi bisnis” dan “strategik,” implikasinya menjadi tidak sama dengan “manpower planning” meski tekniknya mencakup hal yang sama. Manpower planning menggambarkan pendekatan tradisional dalam upaya forecasting apakah ada ketidaksesuaian antara supply dan demand tenaga kerja, serta merencanakan penyesuaian kebijakan yang paling tepat. Integrasi antara aspek-aspek perencanaan sumber daya manusia terhadap pengembangan bisnis sebaiknya memastikan bahwa kebutuhan perencanaan sumber daya manusia harus dilihat sebagai suatu tanggung jawab lini.

5.      Kesenjangan dalam Perencanaan Sumber daya Manusia Dalam perencanaan SDM tidaklah semudah apa yang dibayangkan, kendati telah ada perhitungan dan pertimbangan berdasarkan kecenderungan dan data yang tersedia, tapi kemelencengan bisa saja terjadi. Hal ini wajar karena selain adanya dinamika organisasi juga adanya perubahan faktor lingkungan , kebijakan yang tidak diantisipasisi sebelumnya. Proses perencanaan sering tidak berjalan sebagaimana mestinya, karena kebijakan perencanaan tidak dibuat secara detil, sehingga terjadi kesenjangan antara kebijakan sebelumnya dengan aspek teknis operasional secara empiris . Persoalan yang dihadapi dalam perencanaan sumber daya manusia dalam pengembangan dan implementasinya dari strategi sumber daya manusia dapat dikelompokkan ke dalam empat permasalah (Rothwell, 1995) :

Pertama, perencanaan menjadi suatu problema yang dirasa tidak bermanfaat karena adanya perubahan pada lingkungan eksternal organisasi, meskipun nampak adanya peningkatan kebutuhan bagi perencanaan.

Kedua, realitas dan bergesernya kaleidoskop prioritas kebijakan dan strategi yang ditentukan oleh keterlibatan interes group yang memiliki power.

Ketiga, kelompok faktor-faktor yang berkaitan dengan sifat manajemen dan ketrampilan serta kemampuan manajer yang memiliki preferensi bagi adatasi pragmatik di luar konseptualisasi, dan rasa ketidakpercayaanterhadap teori atau perencanaan, yang dapat disebabkan oleh kurangnya data, kurangnya pengertian manajemen lini, dan kurangnya rencana korporasi.

Keempat, pendekatan teoritik konseptual yang dilakukan dalam pengujian kematangan perencanaan sumber daya manusia sangat idealistik dan preskriptif, di sisi lain tidak memenuhi realita organisasi dan cara manajer mengatasi masalah-masalah spesifik. Permasalahan tersebut merupakan sebuah resiko yang perlu adanya antisipasi dengan menerapkan aspek fleksibilitas ,manakala terjadi kesenjangan di lapangan. Namun sedapat mungkin manajer telah menyiapkan langkah-langkah antisipasi secara cermat setiap perkembangan yang terjadi , karena pada dasarnya sebuah bangunan perencanaan SDM tidak harus dibongkar secara mendasar , jika ada kekurangan dan kelemahan ,tentu ada upaya mengatasi jalan keluar yang terbaik. Oleh karena itu diperlukan analisis terhadap perencanaan yang dibuat dengan menreapkan analisi SWOT. Implementasi perencanaan SDM pemilihan teknik merupakan starting point dalam melaksanakan.

6.      berbagai aktivitas yang berhubungan dengan gaya manajeral, nilai dan budaya secara keseluruhan. Beberapa teknik perencanaan sumber daya manusia. dapat diimplementasikan dalam proses rekrutmen dan perencanaan karir.

 

a.       Rekrutmen

Identifikasi kemungkinan ketidakcocokan antara supply dan demand serta penyesuaian melalui rekrutmen, sebelumnya dilihat sebagai alasan perencanaan manpower tradisional. Oleh karena itu diperlukan pendekatan baru yang mempertimbangkan kombinasi kompetensi karyawan melalui pengetahuan, keterampilan dan sikap dan pengalaman yang dimiliki. Perencanaan MSDM dapat dijadikan petunjuk dan memberikan wawasan masa yang akan datang bagi orang-orang yang diperlukan untuk menyampaikan produk-produk inovatif atau pelayanan berkualitas yang difokuskan melalui strategi bisnis dalam proses rekrutmen.

b.      Perencanaan Karir

Hal ini membutuhkan pengertian proses-proses yang diintegrasikan pada karekteristik individual dan preferensi dengan implikasinya pada :

budaya organisasi, nilai dan gaya, strategi bisnis dan panduan, struktur organisasi dan perubahan, sistem reward, penelitian dan system pengembangan, serat penilaian dan sistem promosi. Beberapa organisasi dewasa ini menekankan pada tanggung jawab individual bagi pengembangan karir masing-masing. Sistem mentoring formal maupun informal diperkenalkan untuk membantu pencapaian pengembangan karir. Seberapa jauh fleksibelitas dan efisiensi organisasi ditentukan oleh kebijakan pemerintah, baik fiskal maupun pasar tenaga kerja.

tinjauan fungsi SDM :

· Nilai tambah yang diperoleh organisasi, misalnya dalam  mengembangkan manusia atau pengurangan perpindahan tenaga kerja.

· Dalam pemenuhan target departemen sumber daya manusia atau penetapan fungsi

· Dalam pengwasan pencapaian “equal opportunity target” dalam hal gender atau ras

· Sebagai bagian bentuk internal atau eksternal bench-marking komporasi dari perencanaan sumber daya manusia yang digunakan dan outcomes dalam bagian lain di organisasi yang sama.

Upaya Hukum Pemberantasan Korupsi

Maret 2, 2011

Kita membaca dan mendengar bahwa Indonesia termasuk negara terkorup di dunia. Dan ketika kita melihat sendiri kenyataan yang ada di depan kita, ternyata korupsi telah melibatkan banyak kalangan, baik di pusat maupun di daerah, di lembaga eksekutif, legislatif, yudikatif, dan tokoh masyarakat. Indonesia adalah negara yang kaya, tetapi pemerintahnya banyak utang dan rakyatnya pun terlilit dalam kemiskinan permanen. Sejak zaman pemerintahan kerajaan, kemudian zaman penjajahan, dan hingga zaman modern dalam pemerintahan NKRI dewasa ini, kehidupan rakyatnya tetap saja miskin. Akibatnya, kemiskinan yang berkepanjangan telah menderanya bertubi-tubi sehingga menumpulkan kecerdasannya dan masuk dalam kurungan keyakinan mistik, fatalisme, dan selalu ingin mencari jalan pintas.

Kepercayaan terhadap pentingnya kerja keras, kejujuran, dan kepandaian semakin memudar karena kenyataan dalam kehidupan masyarakat menunjukkan yang sebaliknya, banyak mereka yang kerja keras, jujur dan pandai, tetapi ternyata bernasib buruk hanya karena mereka datang dari kelompok yang tak beruntung, seperti para petani, kaum buruh, dan guru. Sementara itu, banyak yang dengan mudahnya mendapatkan kekayaan hanya karena mereka datang dari kelompok elite atau berhubungan dekat dengan para pejabat, penguasa, dan para tokoh masyarakat.

Penegakan hukum serta pengusutan secara tuntas dan adil terhadap tindak korupsi memang harus dilaksanakan dan ditegakkan tanpa pandang bulu. Akan tetapi, harus memahami persoalannya secara lebih fundamental, agar menumbuhkan sikap arif untuk bersama-sama tak mengulang dan membudayakan korupsi dalam berbagai aspek kehidupan, sehingga tidak terjadi apa yang dikatakan “patah tumbuh hilang berganti, mati satu tumbuh seribu” seperti sel kanker ganas karena akarnya yang telah meluas, maka semakin dibabat semakin cepat penyebarannya.

Upaya yang harus dilakukan untuk memberantas dan membasmi korupsi ini bukan hanya sekedar menggiatkan pemeriksaan, penyelidikan, dan penangkapan koruptor. Upaya pemberantasan korupsi juga bukan hanya sekedar dengan menggiatkan kampanye peningkatan nilai-nilai moral seseorang. Namun upaya korupsi harus secara mendalam menutup akar penyebabnya.

  • Negara melalui pemerintah harus melakukan perbaikan kondisi hidup masyarakat secara menyeluruh, terutama dalam konteks perbaikan ekonomi. Negara dalam hal ini bertanggung jawab dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidup masyarakat, baik secara bathin maupun lahiriah, primer maupun sekunder, fisik dan non-fisik secara seimbang. Jika kehidupan masyarakat terus menerus didera dengan kemiskinan, maka keinginan untuk mencari jalan pintas demi memperkaya diri, akan terus muncul dan berkembang dalam pikiran masyarakat . Sebab masalah korupsi bukan hanya masalah penegakan dan kepastian hukum saja, namun masalah korupsi juga integral dengan masalah sosial, ekonomi dan politik.
  • Membangun sistem kekuasaan yang demokratis. Seperti yang telah ditegaskan pada ebagian awal tulisan ini, bahwa prilaku korup juga turut ditopang oleh sistem yang mendorongnya. Jika kekuasaan berwujud sentralistik, otoriter dan menindas, maka bukan tidak mungkin korupsi akan terus menerus terjadi. Kita memerlukan sebuah sistem pemerintahan yang demokratis, transparan, tidak anti kritik, serta meemiliki wujud penghormatan yang tinggi terhadap masyarakat sipil (civil society).
  • Membangun akses control dan pengawasan masyarakat terhadap pemerintah. Penanganan masalah korupsi ini tidak bisa dilakukan dengan cara memusatkan kendali pada satu badan atau menyerahkan penanganannya pada pemerintah saja. Sebab hal tersebut cenderung berjalan linear dan non-sturktural. Dalam arti, apakah mungkin pemerintah akan efektif memeriksa pejabatnya sendiri. Masalah klasik yang kemudian muncul adalah, “siapa yang akan bertanggung jawab untuk mengawasi pengawas?”. Persoalan ini hanya akan terakomodasi dalam konteks kekuasan otoritarian. Dalam sebuah struktur kekuasaan Negara yang egaliter, masyarakat dberikan akses control terhadap kekuasaan, sehingga fungsi pengawasan secara horisontal antar struktur yang sejajar, maupun pengawasan akan berjalan seimbang dengan control yang tajam terhadap penyelewengan.
  • Penguatan institusi-institusi aparatur penegak hukum. Kejujuran penegak hukum (fair trial), harus mulai dibangun secara kuat. Hal ini dimaksudkan agar proses penanganan korupsi dapat berjalan secara efisien. Kredibilitas aparatur hukum kita dituntut untuk lebih berlaku adil, objektif dan tidak berpihak dalam memandang serta memilih-milih kasus. Kasus seorang koruptor harus diproses dan dapat diselesaikan secara cepat, layaknya penyelesaiaan kasus seorang pencuri ayam yang relative tidak membutuhkan waktu yang lama. Disinilah dituntut keprofesionalan para penegak hukum kita, jika pemerintah menginginkan penyelesaiaan kasus korupsi secara efektif.
  • Perbaikan sistem dan mutu pendidikan. Hal ini memungkinkan untuk menamankan prilaku yang bersih, jujur dan bertanggung jawab bagi siswa-siswa sekolah sedari dini. Prilaku pengajar para (dosen, guru, dll) juga harus ikut diperbaiki. Selama ini, tak jarang dari para pengajar tersebut memberikan contoh yang buruk kepada anak didiknya yang bisa jadi kelak akan diadopsinya dalam kehidupan sehari-hari. Semisal jual ijazah dan nilai, bisnis buku/modul pelajaran, pungutan liar hingga cara mengajar yang kaku, otoriter dan cenderung menekan anak-anak didiknya. Jika hal tersebut di atas tidak mampu kita praktekkan secara serius, maka tidak ada jaminan bahwa prilaku korup masyarakat Indonesia akan hilang dengan sendirinya. Bisa jadi justru akan semakin subur tanpa dapat kita hentikan bersama-sama.